UNY Terapkan Teknologi Pencacah Sampah Untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Kampung Emas Bumijo

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan program “Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga melalui Edukasi dan Teknologi Pencacah Sampah Non Organik di Kampung Emas Bumijo” sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah non organik secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural UNY Tahun 2026 dengan afiliasi Pusat Rekayasa dan Manufaktur Eco-Material.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pengelolaan sampah non organik di tingkat rumah tangga, khususnya dalam pemilahan dan pengolahan sampah plastik. Sebelumnya, sebagian sampah plastik masih dikumpulkan dalam kondisi utuh sehingga membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar dan belum memberikan nilai tambah ekonomi secara optimal.

Kegiatan PkM dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah, penyerahan teknologi tepat guna, pelatihan pengoperasian mesin, pendampingan, serta evaluasi. Edukasi diberikan mengenai jenis sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, prinsip Reduce, Reuse, and Recycle (3R), serta pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Masyarakat juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik pengelolaan sampah.
Salah satu hasil utama program adalah penerapan mesin pencacah sampah non organik yang diserahkan kepada pengelola Kampung Emas Bumijo. Mesin tersebut menggunakan motor listrik 1 HP, membutuhkan daya listrik rumah tangga minimal 1.300 watt, dan memiliki kapasitas pencacahan sekitar 30–50 kg/jam. Mesin dirancang untuk mencacah botol plastik PET, gelas plastik, kemasan plastik, dan material plastik sejenis dengan sistem pemasukan bahan secara bertahap melalui hopper.
elain penyerahan teknologi, tim memberikan pendampingan langsung mengenai keselamatan kerja, teknik pengoperasian, pemasukan bahan, serta perawatan mesin. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengoperasikan mesin sesuai prosedur dan memahami pentingnya pemilahan material sebelum proses pencacahan untuk memperoleh kualitas hasil cacahan yang lebih baik.
Penerapan teknologi tersebut memberikan manfaat dalam mengurangi volume sampah plastik, mempermudah penyimpanan dan pengangkutan, serta meningkatkan potensi nilai ekonomi hasil cacahan sebagai bahan baku industri daur ulang. Program juga menghasilkan modul edukasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasian serta perawatan mesin sebagai pedoman bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.
Ketua tim PkM, Prof. Dr. Ir. Dwi Rahdiyanta, M.Pd., IPU. ASEAN Eng, bersama tim yang terdiri atas Dr. Bernardus Sentot Wijanarka, M.T., Dr. Chrisna Tri Harjanto, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Rivandra Rezani, S.Pd., M.Pd., melaksanakan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna.
Melalui integrasi edukasi, transfer teknologi, pelatihan, dan pendampingan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat Kampung Emas Bumijo dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mendukung pengembangan pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan. Program ini juga mendukung SDG-12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.