UNY dan Kalurahan Bumijo Gelar Pelatihan Pelestarian Situs Sejarah Berbasis Teknologi Tepat Guna di Kampung Pingit

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan Kalurahan Bumijo menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelestarian Situs Sejarah Berbasis Teknologi Tepat Guna: Penguatan Kalurahan Budaya Kampung Pingit” pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sudji Munadi, M.Pd. bersama Tim Pengabdian UNY.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menjaga situs-situs bersejarah di Kampung Pingit. Melalui pendekatan edukasi teknik dan pemanfaatan teknologi tepat guna, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam melakukan pengamatan, pendokumentasian, perawatan ringan, serta pelaporan kondisi situs secara sistematis.

Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa situs sejarah tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga memiliki nilai penting sebagai warisan budaya bangsa, identitas kampung, sumber pembelajaran bagi generasi muda, dan potensi pengembangan wisata budaya. Situs sejarah yang terawat juga dapat memperkuat kebanggaan masyarakat sekaligus membuka peluang kegiatan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Tim Pengabdian UNY turut memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelestarian situs sejarah, antara lain keterbatasan papan informasi, belum lengkapnya dokumentasi kondisi situs, belum terlaksananya perawatan secara berkala, serta perlunya peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, perguruan tinggi, dan pihak terkait perlu terus diperkuat agar pelestarian dapat dilakukan secara konsisten.

Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah penerapan teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna dipahami sebagai teknologi yang sederhana, mudah digunakan, terjangkau, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mudah dirawat. Penerapannya dalam pelestarian situs sejarah tidak selalu berupa peralatan yang canggih, tetapi dapat diwujudkan melalui cara-cara sederhana yang mampu menyelesaikan permasalahan di lapangan.

Beberapa contoh teknologi tepat guna yang diperkenalkan meliputi papan informasi situs, QR Code yang terhubung dengan informasi digital, buku inventaris situs, dokumentasi foto berkala, alat ukur sederhana, peta lokasi situs, tempat sampah terpilah, dan jadwal perawatan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh dan menyimpan informasi, memantau perubahan kondisi situs, serta merencanakan kegiatan perawatan dengan lebih teratur.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tahapan pelestarian berbasis teknik yang terdiri atas kegiatan mengamati, mengukur, mendokumentasikan, merawat, dan mengevaluasi. Dokumentasi menjadi salah satu aspek penting karena dapat digunakan untuk mengetahui perubahan kondisi situs dari waktu ke waktu, menjadi dasar penyusunan rencana perawatan, menyediakan arsip sejarah, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.

Pada bagian praktik perawatan ringan, masyarakat diberikan penjelasan mengenai kegiatan yang dapat dilakukan secara mandiri, seperti membersihkan daun dan sampah, membersihkan lumut ringan secara hati-hati menggunakan sikat lembut dan air bersih, menjaga kelancaran drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta melaporkan kerusakan kepada pihak yang berwenang. Masyarakat ditegaskan tidak melakukan renovasi atau perbaikan struktur bangunan karena pekerjaan tersebut harus ditangani oleh tenaga ahli sesuai dengan prinsip pelestarian warisan budaya.

Selain itu, Tim Pengabdian UNY memperkenalkan rencana pengembangan Modular Heritage Information Board sebagai media informasi edukatif dan interaktif di Kampung Pingit. Papan tersebut dirancang untuk memuat informasi sejarah situs, QR Code, serta informasi mengenai kondisi dan status perawatan. Kehadiran media ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung, meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas Kampung Pingit, dan memudahkan pengunjung memperoleh informasi yang akurat.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa pelestarian situs sejarah merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara UNY, Kalurahan Bumijo, dan masyarakat Kampung Pingit menjadi langkah penting dalam membangun sistem pelestarian yang partisipatif, terencana, dan berkelanjutan. Melestarikan situs sejarah bukan hanya menjaga bangunan, tetapi juga menjaga identitas, pengetahuan, dan warisan budaya bagi generasi yang akan datang.